Blog Terbaik Seputaran Informasi

Spesifikasi Oli Mobil Syntetic Top 1

4

Di pasaran mungkin sering dijumpai oli mobil syntetic dengan  spesifikasi berdasarkan kekentalan dan standard mutu oli. Tapi tahukah Anda standard apa yang digunakan untuk menentukan kekentalan oli? Ya, untuk standard kekentalan oli, perusahaan pemroduksi oli termasuk produk Top 1 umumnya menggunakan SAE (Society of Automotive Engineers) Viscosity Grades, sedangkan untuk standard mutu oli umumnya menggunakan API (American Petroleum Institute) Classification.

SAE (Society of Automotive Engineers) Viscosity Grade

SAE adalah standard yang digunakan untuk menunjukan mutu suatu produk oli  termasuk oli mobil syntetic serta untuk membedakan antara single grade dengan multigrade oil. Pada SAE  Viscosity Grade memiliki 2 seri angka. Seri angka pertama ditandai dengan adanya huruf W atau Winter yang berarti musim dingin. Ini untuk menunjukkan tingkat kekentalan pada oli saat berada di suhu dingin.

Tingkat kekentalan pada peringkat W ini didasarkan pada kekentalan maksimum ketika suhu suhu rendah, hal ini dapat menunjukkan suhu maksimum tingkat kekentalan oli terhadap  kemampuan pemompanya dan kekentalan minimum pada suhu 100 derajat celsius. Contoh SAE 50W. Sedangkan Seri kedua adalah tanpa huruf W. Tingkat kekentalan pada peringkat W ini adalah berdasarkan pada kekentalan suhu 100 derajat celcius. Contoh : SAE 30.

API Classifications

API (American Petroleum Institute) merupakan kriteria atau syarat-syarat mutu yang harus dipenuhi oleh semua produk oli mobil syntetic agar dapat memenuhi standard mutu tertentu berdasarkan tuntutan perkembangan teknologi dan permesinan. Sekarang ini kriteria mesin semakin beragam dan semakin kompleks, sehingga ini menuntut kualitas oli juga semakin tinggi.

Dalam API Classification terdapat dua jenis kelas, yaitu Kelas S (Service) dan Kelas C (Commercial). Untuk Kelas S, mesin yang dinyalakan dengan busi atau mesin bensin. Sedangkan Kelas C untuk mesin diesel. Memastikan tahun produksi mobil Anda sangat penting karena  oli pelumas yang memiliki kode API Service dibuat berdasarkan tahun kapan mobil Anda diproduksi.

Misal : untuk mobil yang menggunakan bahan bakar bensin yang diproduksi diatas tahun 2004, sebaiknya menggunakan oli pelumas dengan API Service SM atau SN. Nah setelah Anda mengetahui kedua standard tersebut diharapkan Anda dapat memilih oli mobil Top 1 yang pas sesuai dengan karakter mesin mobil sehingga dapat memberikan performa yang baik bagi mesin.

%d bloggers like this: